Archive for September, 2006

Puasa Bagi Yang “Sakit”

Thursday, September 28th, 2006

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواْكُتِبَ عَلَيْكُمُالصِّيَامُكَمَاكُتِبَعَلَى الَّذِينَمِنقَبْلِكُمْلَعَلَّكُمْتَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS. 2:183)

أَيَّامًامَّعْدُودَاتٍفَمَن كَانَمِنكُممَّرِيضًاأَوْ

عَلَىسَفَرٍفَعِدَّةٌمِّنْأَيَّامٍأُخَرَوَعَلَىالَّذِينَيُطِيقُونَهُفِدْيَةٌطَعَامُمِسْكِينٍفَمَنتَطَوَّعَخَيْرًافَهُوَخَيْرٌ    

لَّهُوَأَنتَصُومُواْخَيْرٌلَّكُمْإِنكُنتُمْتَعْلَمُونَ

(yaitu)
dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang
sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak
berpuasa) membayar fid-yah, (yaitu): Memberi makan seorang miskin.
Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka
itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui.
(QS. 2:184)

شَهْرُرَمَضَانَالَّذِيَأُنزِلَفِيهِ الْقُرْآنُهُدًىلِّلنَّاسِوَبَيِّنَاتٍمِّنَالْهُدَىوَالْفُرْقَانِفَمَن

شَهِدَمِنكُمُالشَّهْرَفَلْيَصُمْهُوَمَنكَانَمَرِيضًاأَوْ عَلَىسَفَرٍ فَعِدَّةٌمِّنْأَيَّامٍأُ

خَرَيُرِيدُاللّهُبِكُمُالْيُسْرَوَلاَيُرِيدُبِكُمُ الْعُسْرَوَلِتُكْمِلُواْالْعِدَّةَوَلِتُكَبِّرُواْاللّهَعَلَ

مَاهَدَاكُمْوَلَعَلَّكُمْتَشْكُرُونَ

(Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
hak dan yang bathil). Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada
bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
Dan hendaklah
kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(QS. 2:185)


Nih ada lagi artikel tentang puasa…tapi buat mereka yang "sakit"…

Kiat-kiat Berpuasa bagi yang Kurang Sehat

Puasa bagi umat Islam adalah tidak makan dan minum, serta
menghentikan segala sesuatu yang membatalkan, sejak terbit fajar sampai
terbenam matahari, atau sekitar 14 jam. Dari berbagai penelitian,
ternyata berpuasa yang baik bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Berpuasa yang baik dan menyehatkan, menurut Dr dr Siti Setiati SpPD
K-Ger MEpid
, adalah bila makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh
sesuai kebutuhan. Tidak "balas dendam" atau mengonsumsi makanan
sebanyak-banyaknya ketika berbuka. Penelitian puasa Ramadhan
membuktikan terjadi penurunan jumlah kalori yang masuk ke tubuh sekitar
12 sampai 15 persen, menurunkan radikal bebas, dan sekaligus
meningkatkan antioksidan.

Sedangkan penelitian pada usia lanjut (usila), ujar Siti,
memperlihatkan bila jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh cukup (1,5
-2 liter/hari) tidak ada gangguan fungsi ginjal. Justru puasa - dengan
catatan tidak ada penyakit yang serius selama puasa- menurunkan kadar
kolesterol total, kolesterol "jahat" (LDL), kadar trigliserida dan asam
urat menurun.

"Puasa bermanfaat mengurangi kalori karena pembatasan makan dan minum.
Dari sisi psikologis, berpuasa memberi ketenangan sehingga gula darah
stabil, dan salat tarawih membantu mengeluarkan energi sebesar 200
kalori," ia menjelaskan.

Tidak semua orang dewasa bisa berpuasa. Khususnya bagi mereka yang
sedang sakit. Tetapi, kata dr Reno Gustaviani SpPD dari Divisi
Metabolik Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI),
ada beberapa pasien tetap berpuasa sekalipun dalam keadaan sakit.
Misalnya penderita kencing manis (diabetes mellitus/DM).

 

Pengidap DM

Reno menjelaskan, ada syarat bagi pengidap DM bila ingin berpuasa,
yaitu kadar glukosa darah harus terkendali (kadar gula puasa kurang
dari 110 mg/dl). Ia menambahkan, puasa dilarang pada semua penderita DM
tipe 1 yang tidak stabil, pasien DM tipe 1 atau tipe 2 dengan kontrol
yang buruk. Seperti diketahui, DM ada dua tipe. Tipe 1 disebabkan
kekurangan insulin, sedangkan tipe 2 disebabkan insulin tidak berfungsi
dengan baik.

Larangan juga berlaku bagi pasien DM dengan komplikasi serius, yang
sedang hamil dan yang sedang mengalami infeksi. Puasa, ujarnya,
dianjurkan bagi semua pengidap DM tipe 2 dengan berat badan berlebih
yang terkontrol dengan baik. Pasalnya, puasa memperbaiki sensitivitas
insulin dan mengontrol metabolik serta mengurangi berat badan.

"Tetapi perlu memonitor glukosa darah secara ketat karena glukosa darah
dapat berfluktuasi secara cepat selama Ramadhan. Mereka harus
mengetahui gejala hipoglikemia dan dehidrasi. Bila kadar glukosa darah
kurang dari 63 mg/dl, segera berbuka," kata Reno. "Secara bertahap," ia
menambahkan.

Distribusi energi dianjurkan 50 persen saat berbuka puasa, dengan
perincian sebelum salat magrib mengonsumsi makanan ringan dan segar,
dan setelah salat magrib mengonsumsi makanan padat dan besar. Kemudian,
setelah salat tarawih, sekitar 10 persen dari kebutuhan energi yang
diperoleh dari makanan kecil. Pada saat sahur, energi yang masuk
sekitar 40 persen.

Selama berpuasa pengidap DM perlu membuat perencanaan makan. Makan
sahur sebaiknya mendekati imsak, membatasi makanan yang manis. Menurut
Siti, saat berbuka bisa mengonsumsi minuman dan makanan yang manis
dalam jumlah banyak. Tetapi, ketika sahur dikurangi, karena ketika
sese- orang banyak mengonsumsi makanan yang manis akan banyak kencing
sehingga kekurangan cairan.

"Jumlah kalori hampir sama dengan kalori sehari-hari, saat berbuka
dianjurkan untuk makan makanan yang segar dan bergizi. Jangan makan
terlalu berlebihan," kata Reno.

 

Maag dan Kanker

Sementara dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB mengatakan, puasa bagi
pengidap maag (dispepsia), dalam hal ini dispepsia fungsional,
berdampak pada kesembuhan atau mengurangi keluhan. Dengan berpuasa,
konsumsi makanan teratur, konsumsi camilan berlemak berkurang, merokok
berkurang, minum kopi dan minum bersoda berkurang. Maag fungsional
timbul karena makan tidak teratur, kebiasaan mengonsumsi camilan
berlemak, minum kopi atau minum bersoda sepanjang hari, merokok dan
stres.

Berbeda dengan maag organik. Ari menyebutkan, pengidap maag organik
bisa berpuasa bila sudah diobati. Artinya, penyebabnya harus lebih
dahulu diatasi. Misalnya, kuman Helicobacter pylori, penyebab tukak baik di lambung dan usus dua belas jari.

Bagaimana dengan penderita kanker? Dr dr Noorwaty SpPD KHOM
menjelaskan, pengidap kanker bisa menjalankan puasa asalkan memenuhi
beberapa kriteria. Seperti tidak dalam pengobatan, tidak mengalami
komplikasi penyakit yang berat, misalnya, penyakit jantung, ginjal dan
diabetes mellitus, serta tidak memakai obat secara kontinu dalam
keterikatan waktu yang ketat.

Penderita kanker yang menjalani kemoterapi, pembedahan, dan radiasi,
tidak dapat menjalankan puasa karena penderita kanker memerlukan
nutrisi yang cukup pada saat menjalani terapi, dalam fase remisi, dan
masa penyembuhan. Nutrisi dibutuhkan untuk mempertahankan status
nutrisi penderita, mengurangi efek samping terapi dan meningkatkan
kualitas hidup. Seorang penderita kanker yang menjalani terapi dan
tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, berdasarkan pengalaman selama ini
tingkat ke- sembuhan dan kualitas hidup menurun.

"Kondisi penderita kanker pada situasi tidak puasa saja sudah mengalami
kekurangan nutrisi. Oleh karena itu pada penderita kanker perlu
diperhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saat terapi berlangsung.
Seorang penderita kanker haruslah memenuhi kebutuhan kalori yang
mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral," ujarnya.

Bagaimana dengan olahraga selama puasa? Menurut Reno, latihan ringan
atau sedang, tidak membahayakan pengidap DM. Bahkan mereka dianjurkan
melakukan kegiatan jasmani seperti biasa. Hanya, ujar Reno, dianjurkan
beristirahat pada siang hari.

Hal senada juga diutarakan Siti. Olahraga ringan seperti jalan kaki di
pagi hari sekitar 15 menit bisa dilakukan. Tetapi, ujarnya, jangan
memaksakan diri. Olahraga di pagi hari bisa digeser waktunya menjelang
buka puasa, agar tidak terlalu lelah di pagi hari.

"Olahraga cukup sore hari sesuai dengan kekuatan. Bisa selama 30 menit.
Ini bisa diukur dari denyut nadi apakah cepat atau tidak. Sebaiknya
olahraga menjelang maghrib," tutur Siti.

Nancy Nainggolan (Pembaruan, last update 16/9/06)

Awet Muda Berkat Puasa…Asalkan….

Thursday, September 28th, 2006

Ini ada artikel tentang salah satu manfaat puasa…

Sebuah penelitian membuktikan puasa Ramadan bisa membuat tubuh lebih sehat dan awet muda


BERIBADAH puasa di bulan berpendar hikmah
ini bukan hanya mengundang pahala. Banyak hal duniawi yang jadi dambaan
manusia juga bisa sekaligus diraih. "Tubuh jadi lebih sehat dan awet
muda," kata Siti Setiati, ahli gerontologi (ilmu penuaan) di Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta
.

Puasa membuat awet muda? Ini
bukan sekadar klaim manfaat puasa Ramadan seperti yang kerap beredar,
melainkan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan Setiati. Menurut
Setiati, tak sedikit klaim tentang manfaat puasa yang hanya berdasar
teori kesehatan umum. Literatur kedokteran pun hampir tidak mengungkap
detail metabolisme tubuh selama berpuasa. Maklumlah, standar baku
prosedur riset melarang penggunaan manusia sebagai obyek percobaan
medis. Alhasil, pembuktian khasiat puasa terbatas dilakukan hanya pada
hewan percobaan, sedangkan manfaatnya bagi manusia masih terbungkus
misteri.

Penelitian staf pengajar di
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu berawal dari hasil
penelitian tim FKUI pada 1997. Riset Setiati yang memanfaatkan puasa
Ramadan itu melibatkan 43 pasien rawat jalan di Poliklinik Geriatri
Ilmu Penyakit Dalam RSCM. Kesimpulannya, puasa memperbaiki fungsi
ginjal dengan mekanisme yang belum terjelaskan. "Riset ini membuat saya
penasaran ingin meneliti lebih dalam," katanya.

Ramadan tahun 1998, Setiati
merekrut 63 pasien Poliklinik Geriatri yang berusia 55-76 tahun sebagai
responden penelitian. "Saya sengaja pilih yang lansia (lanjut usia),"
katanya. Alasan Setiati, responden berusia muda kerap menganut aliran
"balas dendam"
, yakni makan secara berlebihan saat berbuka puasa. Tentu
saja hal ini membuat pembatasan kalori, yang seharusnya terjadi selama
puasa, malah berantakan.

Berikutnya, empat kali
Setiati memonitor kondisi tubuh responden: sepekan sebelum puasa, puasa
hari ke-7 dan ke-17, serta dua minggu setelah puasa. Poin yang diukur
adalah pasokan kalori dan kadar malondialdehida (MDA). Senyawa MDA
adalah salah satu radikal bebas, substansi tak stabil hasil oksidasi
yang berdampak merusak sel-sel tubuh dan mempercepat proses penuaan.
Radikal bebas yang berlebihan juga dituding sebagai biang keladi
beragam penyakit yang diakibatkan oleh sel-sel yang menjadi aus,
seperti katarak, penyempitan pembuluh jantung, dan kepikunan.

Ternyata, puasa selama
sebulan membuat pasokan kalori turun 15 persen
. Kadar  MDA bahkan
terpangkas sampai 90 persen
. Sesudah Ramadan berlalu, kadar MDA kembali
meningkat, tetapi tidak setinggi kadar sebelum berpuasa.

Kemudian, Ramadan 1999, Setiati menggelar penelitian lanjutan. Kali ini riset melibatkan 15 lelaki sehat dengan metode self control.
Selama berpuasa, responden disyaratkan agar tidak merokok, dan menjaga
menu seimbang tetapi dengan kalori yang susut sampai 30 persen. Riset
kali ini kembali membuktikan penurunan kadar radikal bebas sampai 90
persen. Selain itu, total antioksidan—senyawa yang melawan aksi radikal
bebas—meningkat sekitar 12 persen.

Manfaat puasa tak hanya
itu. Hal itu dibuktikan beberapa ilmuwan dari Bagian Penyakit Dalam
FKUI, termasuk Julwan Pribadi, spesialis penyakit dalam yang turut
meneliti beberapa indikator penting pada responden dalam penelitian
Setiati. Kesimpulannya, selain daya ingat meningkat, puasa juga
melebarkan diameter pembuluh darah. Artinya, puasa menjauhkan risiko
pengapuran pembuluh darah (aterosklerosis) yang memicu penyakit
jantung
.

Berbagai hasil riset itu
membuat Setiati menyimpulkan adanya mata rantai antara puasa dan
peningkatan kualitas hidup. Pembatasan kalori dalam puasa telah memaksa
tubuh menggenjot produksi antioksidan. Secara bersamaan, antioksidan
menekan kandungan zat perusak radikal bebas. Alhasil, organ
tubuh—seperti ginjal, jantung, dan otak—berfungsi lebih baik. Sel-sel
tubuh juga tidak mengalami perusakan atau penuaan dini
. Jadi, "Puasa
bukan sekadar bikin awet muda," kata Setiati, yang berencana
melanjutkan penelitian ini untuk mendapat gambaran komplet dan
kesimpulan yang lebih tajam.

Tentu saja, puasa perlu
dijaga supaya tetap berada pada jalur yang benar. Menurut ahli gizi
dari RSCM, Budi Hartati—dalam sebuah wawancara dengan TEMPO beberapa
waktu lalu—masukan kalori masih aman bila dipangkas 15 persen dari
kebutuhan normal, yang 30 kalori per kilogram berat badan. Pemangkasan
bisa dicapai dengan mengurangi masukan karbohidrat dari nasi atau
penggantinya.

Tapi, pembatasan kalori ini tak berguna bila seseorang tetap ngebut mengonsumsi
makanan ringan yang kaya kalori seusai berbuka puasa
. Yang juga layak
diingat, selama Ramadan, pasokan sayur, buah, dan daging sebagai sumber
vitamin, protein, dan lemak harus tetap berimbang.

Mardiyah Chamim (TEMPO 2000)

Autumn Leaves

Thursday, September 28th, 2006

Naahhh…kali ini yang gw mau tulis liriknya giliran lagu favorit suami gw, lagu ke-6 di CD kawinan kita itu…pas pula ama musimnya sekarang di sini yang lagi "Aki" atawa "Autumn"…


Autumn Leaves
- Eva Cassidy (click here to watch the videoclip)
Lyrics by Johnny Mercer
Music by Joseph Kosma


The falling leaves drift by my window
The falling leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sunburned hands I used to hold


Since you went away the days grow long
And soon I’ll hear old winter’s song
But I miss you most of all, my darling
When autumn leaves start to fall

(Instrumental for 1 minute)


Since you went away the days grow long
And soon I’ll hear old winter’s song
But I miss you most of all, my darling
When autumn leaves start to fall


I miss you most of all, my darling
When autumn leaves start to fall

Just Remembering

Tuesday, September 26th, 2006

Idsymbol1Seumur2 baru sekali deh kayaknya gw dikasih puisi dari orang lain yang spesial memang buat gw…dari orang yang akhirnya jadi suami gw sekarang…hehehe…biarpun bukan puisi karangan sendiri alias karangan sang penyair ternama Kahlil Gibran (dia emang punya buku kumpulan puisinya nih), teteeeeeppp isinya "kena" banget waktu itu…pinter aje gitu loh milihnya dari sekian banyak pusinya KG…buktinya sampe gw temehek2 & akhirnya mau "jadi"an ama dia (kalo mau "merit" ama dia sih bukan karena puisi ini lho…enggg…ada lahhh) …trus, sampe di cover CD cendramata resepsi nikah aja gw yang minta buat ditulis ini puisi yang judulnya aja ngga ada lhooo…hehehe…(pasti beberapa temen udah punya CD kita ini).

Tiba2 aja dari kemaren pas browsing lagi pengen nyari & baca2 puisi2nya KG…entah ada angin meloww apa yang lewat kali ya…trus keinget ama puisi KG kita itu, tapi kok dari internet ngga berhasil nemu ya…judul gw gak inget (ternyata emang ngga berjudul kan ntu puisi)…seluruh syairnya apalagi…cuma secuil ini aja nih yang nempel bener di ingetan gw " Ketika kuhampiri engkau, kita bercakap empat atau enam jam…Jika aku ingin mengambil enam jam dari waktumu, maka aku harus membentangkan jiwaku untukmu " …bagian empat atau enam jam itu yang the most unforgetable part…

Idcdcover1So, teteeepp ngga tahu kenapa setelah itu pengen banget gw tulis di blog ntu puisi…tapi ya satu2nya jalan ya harus ngepek dari CD kenang2an yang berisi 18 lagu gabungan pilihan selera musik kita berdua itu (rada beda aja soalnya selera musiknya nih…gw demennya yang pop slow-instrumental-klasik opera, kalo suami gw demennya jazz-instrumental gitu) …dulu pas berangkat ke Jepun sempet bawa 20 CD stock yang masih sisa…soalnya rencananya ada beberapa orang di Jepun yang mau kita kasih juga…tapiiii gw inget masih ada sisa 1 CD kok yang masih gw simpen, yap! 1 CD ini ngga bisa dikasihin ke orang soalnya ternyata emang rada2 error (suka berenti aja di tengah2 muter)…gw lupa gw simpen di rumah or di meja gw di RS ya…eehhmmm…setelah akhirnya nyari2 di seluruh penjuru tempat di rumah & RS, termasuk sampe ngintip & nguprek tumpukan CD tetangga gw nih di RS (hehehe…sori nih Dr Inoue, tapi gw bukan "PT" alias "Peeing Taki" dong ya my dear friend…)…akhirnyaaaaa, ketemu juga di laci kedua meja gw di RS…wuuiiiii, seneng banget bisa nemu ntu CD juga…makanya jadi deh bikin posting ini…sambil gw dengerin lagu2nya lagi, malah sampe pake acara "nyangkut" pula ntu CD di laptop gw gara2 mau copy-in buat temen yang request mp3-nya lagu My Valentine-nya Jim Brickman & Martina McBride, lagu ke-4 di ntu CD (hampir aja gw bakal dibeliin MacPro baru nih kalo sampe ntu CD nyangkut selamanya, tapi yang batere-nya 2 aja kata temen gw itu…hahaha). Langsung gw scan juga tuh cover, tapi maap lagi deh disusulin 3 hari lagi deh ya abis jatah upload poto di blog belom ada lagi nih sampe ganti bulan…hiks ;((


                             Ketika dua orang saling mencinta,
                             Mereka harus seperti bunga teratai
                             Masing-masing membuka kelopaknya
                             Satu demi satu,
                             menunjukkan hati emasnya
                             Tidak erat tertutup,
                             agar membias di kolam,
                             pohon-pohon dan langit
                             Padahal terlalu banyak manusia
                             yang hatinya tertutup.
                             Ketika kuhampiri engkau,
                             kita bercakap empat atau enam jam
                             Jika aku ingin mengambil enam jam dari waktumu,
                             maka aku harus membentangkan
                             jiwaku untukmu
                             Dan harus kuyakini bahwa dirikulah yang kuberikan.


                                                                                        Kahlil Gibran
                                                                                10th September 1920


"…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu…pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…"
 
(Kahlil Gibran)

Ini gw tulisin lirik salah satu lagu yang paling gw suka di ntu CD…


The Prayer - Josh Groban duet with Charlotte Church
 click the above link to watch the videoclip

I pray you’ll be our eyes

And watch us where we go

And help us to be wise

In times when we don’t know

Let this be our prayer

As we go our way

Lead us to a place

Guide us with your Grace

To a place where we’ll be safe


La luce che to dai (The light that you give us)
I pray we’ll find your light

Nel cuore resterò (Will stay in our hearts)

And hold it in our hearts

A ricordarchi che (Reminding us)

When stars go out each night

L’eterna stella sei (That in my prayer)

Nella mia preghiera (You are an everlasting star)

Let this be our prayer

Quanta fede c’è (There’s so much faith)

When shadows fill our day

Lead us to a place

Guide us with your grace

Give us faith so we’ll be safe.


REFF.

Sognamo un mondo senza più violenza (We dream of world with no more violence)

Un mondo di giustizia e di speranza ( A world of justice and hope)

Ognuno dia la mano al suo vicino (Grasp your neighbors hand)

Simbolo di pace e di fraternità (As a symbol of peace and brotherhood)


La forza che ci dai (The strength that you give us)

We ask that life be kind

E’il desiderio che (Is the wish)

And watch us from above

Ognuno trovi amore (That everyone may find love)

We hope each soul will find

Intorno e dentro a sé (In and around himself)

Another soul to love

Let this be our prayer

Just like every child

Needs to find a place,

Guide us with your grace

Give us faith so we’ll be safe


E la fede che (And the faith that)

Hai acceso in noi (You’ve lit inside us)

Sento che ci salverà (I feel will save us )

The Daily Facts During Ramadhan

Monday, September 25th, 2006

                          Normal_ramadan

Lying in bed,
Fasting

Wanting something to eat


Resisting
 

Trying to do some Work


Failing
 

One look at the Clock, then


Crying

Walking down the Street,


Fidgeting

Smelling food outside a restaurant, then


Scowling

Doing your daily chores,


Exhausting

Then back to bed,

 Until you wake up to break the fast,


Smiling
.


hehehe…lucu aja puisi ini, kok kayaknya gw banget gitu pas puasa…

 

Thanks for sharing…Agnes!

Thursday, September 21st, 2006

Ngga nyangka iseng2 kemaren lagi searcing di Google artikel2 tentang gimana Ramadhan & Lebaran di Luar Negeri…eeehhh, malah nemu satu blog milik salah satu temen sejawat alumnus FK UNPAD’93, Agnes Tri Hardjaningrum (mungkin temen2 ada yang kenal juga kali?)….ya ampuuuunnn, kayak kesentil apa gw gitu pas nguprek2 blognya…baguuuussss banget & sangat menyentuh & "kena" banget (at least buat gw sih)…isinya beda dari blog2 yang sering gw baca2 selama ini…& bahasanya itu lhoooooo, "cantik" banget & mungkin itulah yang bisa buat introspeksi jadinya…

Agnes ini lagi tinggal di Belanda nemenin suaminya ambil PhD di Groningen, Belanda…punya anak balita 2 orang (wuiiiihhh…ngga kebayang deh gw yang punya satu aja kok udah sering banget ngeluh ya…jadi malu beneran)…semua posting-nya dibuat selama dia tinggal di Groningen…gw sendiri belom baca semua posting-nya (banyak & panjang2 aja sih kebanyakan tiap postingnya)…tapiiiii, so far yang gw baca ngga ada yang gw bilang jelek…TOP bener orang ini nurut gw…2 thumbs up!…bisa dijadiin teladan juga buat para ibu2 & cewek2 yang kelak akan menjadi seorang ibu nantinya…

Ada satu artikel yang gw suka banget…pas bacanya, gw jadi ngerasa "ngga sendiri" lagi…lhooo, apa maksudnya?…iyaaa, ternyata apa yang gw alamin or hadapin selama belajar & tinggal di LN  bareng suami & anak kok ada juga yang ngadepin masalah2 yang hampir2 sama banget…bener2 kok gw kayak bercermin ama masalah2 yang gw hadapin selama di Jepang sini…meskipun situasi & kondisi yang dihadapin so pasti ada lah bedanya antara di Groningen ama di Yamanashi. Udah lama sebenernya gw juga pengen bikin tulisan yang isinya curhatan perasaan gw kalo lagi kena masalah tertentu & feeling down…tapi, ternyata oh ternyata…thanks lagi buat Agnes ya yang udah ngerangkum & bikin tulisan yang cantik banget untuk hal ini….Dan setelah bacanya, tulisan ini bener2 bikin gw untuk terpicu gw harus sabar, kuat, tabah, ngga "cengeng" dalam ngejalanin hidup di sini…I MUST BELIEVE I CAN DO IT…ya memang inilah bagian dari hidup gw yang udah diatur dari yang di Atas, harus gw lewatin baik suka maupun dukanya…THANKS YA AGNES FOR YOUR INSPIRED POSTING!

Ini gw coba lampirin postingnya itu….

PROBLEMA MENDAMPINGI SUAMI BELAJAR DI NEGERI BELANDA

   
 

by Agnes Tri Harja… on Wed, 2004-11-03 04:29

 

Menemani
suami mengenyam pendidikan di negeri Belanda, seolah merupakan
kenyataan yang menyenangkan dan membuat iri banyak orang. Namun,
mengalaminya tidak lah semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi para ibu
yang mempunyai anak berusia balita dan terbiasa bekerja di Indonesia.
Jika tidak diantisipasi, hal ini bahkan bisa mempengaruhi keberhasilan
belajar sang suami. Tak dapat dipungkiri bahwa belajar di luar negeri
bagi mereka yang membawa keluarga mempunyai beban tersendiri. Di negeri
ini, hanya mahasiswa PhD yang umumnya bisa membawa keluarga. Selain
karena lamanya studi yang memakan waktu 4 sampai 5 tahun, jumlah
beasiswa yang didapat juga relatif mencukupi untuk bisa membawa
keluarga. Dalam kondisi seperti ini istri memegang peranan kunci dalam
kesuksesan belajar suami serta menjaga kualitas keharmonisan keluarga.

Pepatah Inggris mengatakan �If mommy happy everyone happy, but if
mommy sad everyone sad� (jika ibu bahagia, semua orang bahagia, namun
jika ibu sedih, semua orang akan turut bersedih). Pepatah ini memang
terbukti disini. Suami tidak akan dapat belajar dengan tenang ketika
istri selalu sedih, marah-marah, dan tak dapat mengurus suami serta
anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya, ketika seorang ibu bahagia dia
dapat mengatasi semua masalah yang ada, dan dengan sepenuh hati
bertahan bertahun-tahun mendukung suami belajar. Menjadi bahagia ketika
beragam masalah datang memang sulit, apalagi �terasing� di negeri
orang. Namun, kenyataan diatas menunjukkan bahwa masalah psikologis ibu
merupakan hal yang teramat penting sehingga perlu diupayakan agar ibu
selalu berada dalam kondisi bahagia.

Masalah dan kiat-kiat mengatasinya

Potensi ketidakbahagiaan terutama banyak muncul pada ibu yang di
Indonesia terbiasa bekerja, terbiasa menggunakan jasa pembantu, baby
sitter, atau �kakek-nenek sitter�. Seorang teman bahkan mengatakan
bahwa dirinya merasa bahagia hanya ketika akhir pekan tiba. Karena,
saat inilah suaminya bisa membantu meringankan pekerjaan atau
menyegarkan suasana dengan pergi berlibur. Pada umumnya, para ibu yang
lain pun merasakan hal yang sama. Masalah yang sering menjadi pemicu
kegundahan hati biasanya adalah kejenuhan, anak yang sakit, musim yang
tidak bersahabat, dan masalah ekonomi.

Di negeri Belanda, jasa pembantu dan tempat penitipan anak terbilang
mahal, apalagi untuk kocek mahasiswa. Biaya Kinderopvang (tempat
penitipan anak) sekitar 204 � 270 Euro per full day, per bulan. Jasa
oppas (baby-sitter) 2,27-4,54 Euro per jam. Karena itu tidak ada
seorang pun yang dapat diandalkan selain ibu. Biasanya kondisi ini
menyebabkan ibu terjebak dalam rutinitas mengurus rumah dan keluarga
yang melelahkan dan membosankan. Ibu tidak lagi mempunyai waktu untuk
diri sendiri, dan mengabaikan kepuasan batinnya sendiri. Akibatnya ibu
menjadi sensitif, sering marah, labil, kehilangan kesabaran, dan
terkadang mengabaikan pekerjaan rumah tangga.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, saling mendukung antara suami dan
istri sangat diperlukan. Suami harus paham bahwa istri juga membutuhkan
pupuk bagi jiwanya sendiri agar dapat memberikan yang terbaik bagi
keluarga. Suami sebaiknya sesekali meluangkan waktu khusus menggantikan
ibu mengurus anak-anak, supaya ibu dapat keluar rumah sendiri untuk
memperoleh energi baru. Waktu menyendiri ini dapat digunakan ibu untuk
bersosialisasi, bertemu dengan sesuatu yang baru, berjalan-jalan
sendiri, atau kegiatan lain yang dapat membuat ibu merasa tidak
kehilangan privacy nya.

Selain itu, disiplin mengatur waktu penting dilakukan agar tersisa
waktu bagi ibu untuk memuaskan batinnya sendiri, misalnya dengan
membaca buku, menulis, atau melakukan hobi lainnya. Peneguhan positif
yang diucapkan berulang-ulang juga dapat dijadikan obat ketika rasa
jenuh dan bayangan-bayangan negatif bermunculan. Ibu dapat meneguhkan
diri betapa mulianya pekerjaan baru ini, betapa bersyukurnya mendapat
kesempatan seperti ini, atau mengucapkan berbagai peneguhan positif
lainnya.

Pemicu kedua, biasanya terjadi ketika anak sedang sakit. Anak
membutuhkan perhatian tambahan, sementara tugas rumah tangga lain tetap
menanti. Belum lagi Belanda mempunyai peraturan sendiri perihal
kesehatan. Sebelum mendatangi tempat praktek dokter keluarga (huisart),
pasien harus melakukan perjanjian terlebih dahulu. Untuk
penyakit-penyakit yang dianggap ringan biasanya pasien baru bisa
bertemu huisart, sehari atau beberapa hari setelah perjanjian.
Perjanjian yang memakan waktu ini, kadang kala membuat ibu semakin
gelisah.

Selain itu dokter-dokter di Belanda sangat berhati-hati memberikan
obat karena berusaha untuk memberikan pengobatan yang rasional. Jangan
heran bila seorang anak menderita demam beberapa hari tetapi dokter
tidak memberikan obat apapun. Dokter hanya akan menganjurkan untuk
minum banyak cairan. Obat penurun panas pun baru diberikan bila suhu
badan mencapai 40- 41 derajat celsius. Hal ini tentu saja mencengangkan
dan menambah kegelisahan ibu, karena di Indonesia anak yang sakit pada
umumnya terbiasa di bombardir obat-obatan.

Kepercayaan bahwa dokter tidak akan menjerumuskan pasiennya dan
meyakini bahwa pengobatan rasional akan lebih baik bagi anak, akan
sangat membantu menenangkan hati ibu. Pengetahuan mengenai seluk beluk
penyakit seringkali menjadi senjata ampuh untuk memperkuat keyakinan
tersebut. Karena itu, bila kekhawatiran masih saja muncul, ibu dapat
bertanya lebih banyak kepada dokter, atau mencari tahu tentang penyakit
tersebut melalui buku serta internet. Disini akses internet dapat
diperoleh dengan mudah dan murah, 24 jam online, sehingga informasi
lebih mudah didapat. Sistem asuransi kesehatan di negara ini juga
berfungsi dengan baik sehingga masalah biaya pengobatan tidak perlu
menambah beban kekhawatiran. Untuk itu membayar asuransi kesehatan
penting dilakukan karena bila berobat ke dokter tanpa asuransi, biaya
yang dikenakan akan jauh lebih besar.

Masalah ketiga adalah musim yang tidak bersahabat. Cuaca di
Indonesia yang terbilang ramah dan selalu membuat semangat baru saat
mentari terbit, sangat berbeda dengan iklim di sini. Begitu bangun di
pagi hari, mendung sering menggelayut, membuat hati pun diselimuti
kabut. Belum lagi hawa dingin yang menyergap, rasanya enggan untuk
beranjak meninggalkan rumah.
Ketika hati gundah melihat cuaca seperti ini, ibu harus merubah cara
pandang. Di negeri ini cuaca bukanlah penghalang, berdamailah dengan
cuaca. Seorang kawan senasib, selalu menyempatkan diri keluar rumah
dalam cuaca apapun dengan alasan agar tidak marah-marah terus di rumah.
Nyatanya warga Belanda sendiri selalu menyarankan dan melakukan hal
yang sama untuk menghindari rasa bosan.

Masalah keempat terutama terjadi di awal kedatangan, yaitu masalah
ekonomi. Hidup di Belanda bersama keluarga bermodalkan beasiswa PhD
terbilang pas-pasan. Jumlah uang beasiswa tergantung jenis beasiswa
yang diperoleh. Pada umumnya jumlah uang yang didapat berkisar antara
1200-1300 Euro, termasuk biaya housing. Potongan pajak dan asuransi
kesehatan saja sudah cukup besar, apalagi bila mendapatkan rumah yang
sewanya mahal. Harga rumah untuk sebuah keluarga bervariasi mulai dari
500-1000 Euro, tergantung kota tujuan. Tetapi, mencari rumah murah
bukan perkara mudah karena harus antri, dan mengumpulkan sejumlah poin
terlebih dulu.

Pemerintah Belanda sebetulnya memberikan subsidi rumah setiap bulan
dan tunjangan anak (kinderbijslag) per 3 bulan bagi semua orang yang
membayar pajak dan mempunyai resident permit. Namun persyaratan utama
yang diminta adalah sofi number (nomor sosial-fiscal) dari resident
permit si ibu. Sementara pengurusan resident permit sendiri cukup rumit
dan membutuhkan waktu sekira 6 sampai 9 bulan. Alhasil, selama belum
terselesaikan, masalah ini akan sering menjadi pemicu kegelisahan hati.

Tak ada cara lain yang dapat dilakukan selain bersabar dan mencoba
untuk menghemat pengeluaran. Salah satu kiat yang dapat dilakukan untuk
berhemat adalah dengan membeli barang-barang bekas layak pakai.
Barang-barang ini bisa dibeli di toko barang bekas, seperti Mama Mini
untuk yang tinggal di Groningen. Sebagai contoh, harga lemari bekas
yang masih layak pakai bisa dibeli dengan harga 10- 20 Euro, sedangkan
bila membeli dalam kondisi baru, harganya mencapai 50 �100 Euro.

Cara lain menghemat pengeluaran bisa juga dilakukan dengan memakai
barang-barang hibahan dari mahasiswa Indonesia yang sudah selesai
merampungkan masa studinya. Biasanya barang-barang rumah tangga seperti
kulkas, mesin cuci, pembersih debu, peralatan memasak, dan barang lain
akan dihibahkan secara gratis oleh si empunya barang. Selain itu
�window shopping� sebelum berbelanja penting dilakukan. Di pasar
Vismarkt Groningen, harga barang dalam jumlah dan kualitas yang sama
sering dapat diperoleh dengan harga lebih murah di kios yang
bersebelahan. Toko-toko tertentu setiap saat juga selalu mengadakan
aanbeiding (diskon) dengan harga yang jauh lebih murah. Di penghujung
musim panas atau musim dingin, hampir seluruh toko mengadakan
aanbeiding 50-70 % dari harga awal. Bila sedang musim aanbeiding
seperti ini, barang-barang bermerk terkenal pun dapat dibeli dengan
harga terjangkau, bahkan terkadang lebih murah daripada harga di
Indonesia.

Dengan mengetahui masalah dan menjalankan kiat-kiat yang ada,
biasanya kekacauan hati ibu dapat berkurang, sehingga ibu dapat merasa
bahagia bukan hanya ketika akhir pekan saja. Cahaya kebahagiaan yang
dipancarkan ibu setiap hari akan sangat membantu kesuksesan suami
belajar dan juga mengantarkan keberhasilan bagi anak-anaknya di
kemudian hari.

 

Marhaban Ya Ramadhan…

Thursday, September 21st, 2006

Semua umat Islam di seluruh dunia 2 hari lagi bakal bersuka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Gw sendiri kali ini berarti Ramadhan ke-2 yang harus gw jalanin di luar negeri. Gimana rasanya? hhmmmhh…seneng, gembira, so pasti lah yaw karena memang seharusnya seperti itulah kita menyambut bulan penuh ampun itu, kapan lagi semua dosa baik yg disengaja or ngga disengaja selama setaun terakhir bisa diampunin kalo kita memang bener2 SUKSES lahir batin ngejalanin puasa selama 30 hari itu….tapiiiiii, tetep rasa sedih & kangen pengen pulang aja ke Indonesia ngga bisa dihindari & dipungkiri.


Kalo dari pengalaman pertama setaun yang lalu sih, biasanya sedihnya itu kalo inget2 pas sahur misalnya ngga ada acara TV khusus entah kuliah agama or lawakan2 ttg Ramadhan itu yang nemenin selama sahur, trus ngga denger adzan subuh di TV kayak di rumah di Jkt dulu.

Kalo pas waktunya buka puasa sedihnya juga ngga ada acara2 di TV yang berbau rohani entah itu sinetron or kultum2 dari para pemuka agama Islam…ngga ada juga adzan maghrib berkumandang yang nandain kita udah boleh batalin puasa hari itu. So, bener2 untuk masalah jadwal imsak, subuh & maghrib ya cuma ngecek lewat internet aja & nentuin sendiri waahh udah boleh buka nih…ngga ada bedanya kan ama hari2 bukan Ramadhan.
Soal minuman & makanan buat berbuka pun bener2 yang serba simple & sederhana aja…ngga sempet bikin2 makanan2 khusus yang disiapin saat2 menjelang berbuka…biasanya beli tuh makanan2 kecil buat seminggu puasa saat belanja mingguan pas weekend. Kalo minuman biasanya tiap hari beli minuman kaleng Ms Parlor strawberry milk juice Dsc02778gitu deh yang harganya 100¥/can di vending machine seberang apartemen saat jalan pulang dari RS ke apartemen…minuman ini lah yang nurut gw paling mirip lah ama es campur racikan ala rumah gw di Jkt dulu…sirup Tropicana Slim strawbery plus susu kental manis yang dibekuin ke freezer trus dikeluarin 1 jam sebelum buka & ditumbuk2(diancurin) pake garpu biar jd kayak es campur…trus dimasukin cincau, sari kelapa muda,selasih & tape…(hikssss….pengennnnnnn beneran nih).
Udah gitu jarang banget tuh yang namanya acara buka puasa bareng ama temen or sodara gitu (asli soalnya di Yamanashi sini kebetulan umat muslimnya sedikit banget…sodara apalagi ngga ada sama sekali lah yaw…kalo ada temen2 pun terbatas sama kesibukan masing2 di tempat kerja yang kebanyakan tetep ngga ada toleransi khusus selama Ramadhan)…


Kalo masalah suka-nya, yang paling menonjol adalah waktu puasa yang lebih pendek dibanding ama di Ind…di sini subuhnya lebih belakangan tapi maghribnya lebih cepet…yaaa, tapi sih ini karena thn lalu & sekarang Ramadhan masih jatuh di musim gugur, di mana siangnya udah mulai lebih singkat dibanding malem….hoaaaaaa, tapi coba kalo ntar bbrp thn lagi mungkin kalo jatuh pas musim panas…huaaaaaaa, chotto taihen kamoshirenai ne…trus, selama puasa kok rasanya ngga secapek dibanding di Ind…ngga tau kenapa ya, apa karena hawa hangat & sejuk pas musim gugur karena mataharinya yang ngga seterik di Jkt…so ngga banyak evaporasi air deh dari badan…


Yaaa itu deh kira2 cerita soal pengalaman rasanya ngejalanin Ramadhan pertama di sini…kayaknya Ramadhan tahun ini ngga bakal jauh beda lah rasanya sih…Insya Allah always dikasih kemudahan2 ama Allah swt (I do believe this)…& bisa ngerayain Lebaran nanti dengan penuh kemenangan (ooohh ketupat…lontong opor…lho?! belom yak…hehehe…) 30 hari ke depan…Amiiieenn…

Teriring ini juga deh gw mau ngucapin buat semua temen2 yang mampir di blog gw :

MARHABAN YA RAMADHAN….Mohon maaf lahir batin yaaaaaa…

I KNOW HIM SO WELL

Tuesday, September 19th, 2006

I just do like this song…banyak penyanyi yang pernah nyanyiin ini lagu…ABBA, Elaine Paige & Barbara Dickson, Whitney Houston, dll & yang paling gw suka waktu dinyayiin grup musik asal Inggris STEPS.


I Know Him So Well - STEPS (click here to watch the videoclip)


Written by B Andersson/T Rice/B Ulvaeus

I.
Nothing is so good it lasts eternally
Perfect situations must go wrong
But this has never yet prevented me
Wanting far too much for far too long

Looking back I could have played it differently
Won a few more moments, who can tell
But it took time to understand the man
Now at least I know I know him well

REFF.
Wasn’t it good
Oh so good
Wasn’t he fine
Oh so fine
Isn’t it madness
He can’t be mine
But in the end he needs a little bit more than me
More security
He needs his fantasy and freedom
I know him so well

II.
No one in your life is with you constantly
No one is completely on your side
And though I move my world to be with him
Still the gap between us is too wide

Looking back I could have played it differently
(Looking back I could have played things some other way)
Learned about the man before I fell
(I was just a little careless maybe)
But I was ever so much younger then
(Much younger then)
Now at least I know him well
Now at least I know I know him well

REFF.
Wasn’t it good
Oh so good
Wasn’t he fine
Oh so fine
Isn’t it madness
He won’t be mine
Didn’t I know how it would go
If I knew from the start
Why am I falling apart

Wasn’t it good, wasn’t he fine
Isn’t it madness
He won’t be mine
But in the end he needs a little bit more than me
More security
He needs his fantasy and freedom
I know him so well
It took time to understand him
I know him so well

How To Become An Ideal Friend ?

Tuesday, September 19th, 2006

IdealfriendIt’s not easy becoming a friend or making one
because a friend is not a state of mind. Its real and its in your face.
A friend is someone who makes your life worth it while a little more
than yesterday. While everybody has their own definitions of a
"friend", the long and short of it is we all need friends to make our
lives better.

                           
                           
              HONESTY IS THE BEST POLICY…
  In friendship "honesty" is the key word. One should always be honest                               to his or her friends.
                            Don’t overlook their faults, even if you have none for you are his                                    friend!
                            Praise them honestly and openly.
                            Say you’re sorry, when you hurt your friend. Don’t let them assume it.

                           
                           
                            
GIVE MORE THAN YOU TAKE…

                            Be there when they need you or you may wind up alone.
                            Love them unconditionally, that is the only condition.
                            Make them feel special, because aren’t we all special?
                            Never forget them, who wants to feel forgotten.
                           

                           
         BE SUPPORTIVE…

                            Cheer them on, we all need encouragement now and then.
                            Encourage their dreams and aspiration, Life seems almost                               
                            meaningless without them.
                            Your words count, use them wisely.
                            Use good judgement.
                            Wish them luck, hopefully good
                            Eamine your motives before you "help" out
                            Just be there when they need you
                            Really listen, a friendly ear is a soothing balm
                           
                           
                                    
FORGIVENESS…
                            Forgive them for, "To Err is Human", and you just may end up making                              the
same mistakes in course of time..
                           
                           
                           

          KEEP THE FAITH…

                            Have faith in them. For, there is no love without trust.
                            Zip your lips when they confide in you
                           
                           
                           

           EXPRESS YOURSELF CLEARLY

                            Know when they need a hug, and couldn’t you use one?
                            Offer to help, and know when " No thanks" is just politeness
                            Quietly disagree, noisy No’s make enemies
                            Verbalsise your feelings
                           
                           
                           

            HAVE FUN…

                            Get together often, misery loves company, so does glee.
                            Talk frequently, communication is important.
                           

Enjoying your friendship is the order of the day. So its not what we call a friendship if you don’t feel right.
Always remember a friendship is worth it when you are able to enjoy the
amazing relationship with no holds barred. It’s a mutual bond for life
that you cant give up.

Everlasting - BoA

Monday, September 18th, 2006

BoaeverlastingUenaaaaaakkk aja dengerin lagu yang satu ini since the 1st time I heard this song (even I coudn’t understand the meaning of the whole lyrics once…hehehe)…but until now, ‘ve never got bored…& setelah dapet terjemahannya dari liriknya,huaaaaaaaaa..huuuuu…huuuuu…tambah suka aja & jadi terharu pula…emang paling ngga enak kalo ngga bisa mengekspresikan rasa sayang yang sesungguhnya & sepenuhnya ke orang yang kita sayang karena segala "keterbatasan" yang ada…apalagi ngerasa dia itulah soulmate kita…

Nih klik aja link videoclip-nya deh kalo mau tau lagunya gimana…
EVERLASTING - BoA 

I.
Gairoju nokoru yukitachi ni
               Light pours down and the wind blows  
Hikari to kaze ga furisosogu              On the snowflakes that remains on the roadside
Mune wo hattemo utsumuitemo         Whether I hold my head high or look down 
Kisetsu wa ashi wo tomenai ne           The seasons don’t stop moving

Yubikiri mitai kawashiteta                 Our words "SEE YOU"  and "SEE YOU AGAIN
Jaa ne to mata ne tte iu kotoba          Were like a pinky promise
Nareta shigusa mo wasureru no?
        Will we forget all of each other’s familiar mannerisms?
Chigau mirai e yuku no?
                     Will we go on to different futures?

       

REFF. 
Kono sayonara ga tabidachi naraba        If this goodbye is forever
Boku no egao wo zenbu ageru yo             Then I’ll give you all my smiles
Deatta koto mo aruita machi mo             The way we met and the streets we walked
Futari no mune de ikitsuzukeru no           Will live on in our hearts

Zutto zutto wasurenai                            I’ll never, ever forget you
Tobira ikutsu aketemo     No matters how many doors I open
Donna ni tooku hanaretem
o                    No matter how far apart we are
Tsunaida te to te hanare wa shinai        I’ll never let go of your hand
 
       


II.

Muriyari ni demo wasurenakya           I have to forget you, even if I have to force myself to
Tsugi no jibun ni ikenai no                    I can’t become a new person
Ugoki hajimeta hoomu goshi                The platform begins to move, and on the other side
Kimi ga chiisaku naru                          You get smaller

Kujiketa toki wa sou boku no tame     Those times you gave up, those were for me
Daijoubu da to naite kureta ne               
You cried with me, and said it was OK
Haji nai you ni tsuyoku naru kara       
I’ll grow stronger and less ashamed
Yakusoku suru yo yume wa kanaeru
   
I promise you, I’ll fulfil my dreams
   


BRIDGE
Oto no shinai namida ga                     Silent tears 
Kono mune nagareru kedo                  Are falling in my heart 

Kuyamazu ni fumidasu yo                  But I’ll move on with no regrets

I’m sorry for your tenderness           I’m sorry for your tenderness

Mata aeru made                                    Until we meet again

Everlasting…


Repeat REFF………